Kediri, Lombok Barat, NTB — Komitmen dalam memperkuat tradisi keilmuan Al-Qur’an terus dikembangkan di lingkungan Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri Lombok Barat. Salah satunya melalui kegiatan Dauroh Al-Qur’an yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen, khususnya dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kegiatan tersebut menghadirkan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, TGH. Muharrar Mahfudz, sebagai pemateri. Kehadiran beliau menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperdalam wawasan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat tradisi pembelajaran keislaman di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam dauroh tersebut, TGH. Muharrar Mahfudz memberikan pembekalan yang menempatkan Al-Qur’an tidak hanya sebagai sumber utama ajaran Islam, tetapi juga sebagai landasan pembentukan karakter, pengembangan keilmuan, dan pedoman dalam menjalani kehidupan.
Bagi mahasiswa PAI, penguatan kemampuan dan wawasan Al-Qur’an memiliki posisi yang sangat strategis. Sebagai calon pendidik agama Islam, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teori dan metodologi pembelajaran, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman terhadap sumber-sumber utama ajaran Islam.

Dauroh Al-Qur’an ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi tersebut sekaligus membangun kedekatan intelektual dan spiritual mahasiswa dengan Al-Qur’an. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak berhenti pada aspek hafalan dan pemahaman tekstual, tetapi mampu diinternalisasikan dalam sikap, karakter, serta praktik pendidikan.
Selain mahasiswa, keterlibatan dosen dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem akademik. Dosen sebagai pendidik dan pengembang keilmuan memiliki peran strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi.
Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi antara Pondok Pesantren Nurul Hakim dan IAI Nurul Hakim dalam membangun budaya pendidikan yang memadukan kedalaman keilmuan dengan nilai-nilai keislaman. Pesantren memiliki kekayaan tradisi keilmuan Islam yang dapat terus dikembangkan dan dikontekstualisasikan dalam lingkungan pendidikan tinggi.
Melalui Dauroh Al-Qur’an, IAI Nurul Hakim berupaya menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi mahasiswa yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.
Khusus bagi mahasiswa Prodi PAI, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berbasis Al-Qur’an, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Dauroh tersebut sekaligus menegaskan komitmen IAI Nurul Hakim dalam membangun lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik, penguasaan keislaman, dan karakter Qur’ani sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan peradaban.
