Kediri, Lombok Barat, NTB — Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim Kediri terus memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengembangan kompetensi bahasa dan wawasan lintas budaya mahasiswa. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan English Study Club bertajuk “The Opening of English Study Club with International Student” di Aula Kampus 2 IAI Nurul Hakim, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menghadirkan mahasiswa internasional asal Sudan dalam sesi sharing dan dialog menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Diskusi membahas pengalaman pendidikan, kehidupan lintas budaya, serta berbagai perspektif mengenai kehidupan sosial dan pendidikan di masing-masing negara.
Pembina English Study Club, Musta’in, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas pengalaman, relasi, dan perspektif global mahasiswa.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang belajar bahasa, tetapi juga membuka akses terhadap pengalaman, relasi, dan perspektif global. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan daya saing institusi,” ujar Musta’in.
Sementara itu, Iman Hidayatullah, dosen IAI Nurul Hakim, menilai interaksi langsung dengan mahasiswa internasional memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memahami keragaman budaya dan perspektif akademik.

Ke depan, English Study Club diarahkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem akademik berorientasi global, termasuk pengembangan komunitas bahasa Arab, Jepang, dan Mandarin serta perluasan jejaring akademik dan kolaborasi internasional.
Melalui program ini, IAI Nurul Hakim berupaya membentuk mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi global, literasi lintas budaya, dan kesiapan berpartisipasi dalam lingkungan internasional.
